Monday, January 13, 2020

Cerita Si Jamal



"Iya sebagai yang muda kita harus merubah negara" kata jamal setuju dengan apa yang di utarakan oleh Ki. 
        Ya. Dia adalah Jamal, pemuda 21 tahun lulusan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pemuda dengan seribu tekad di hati dan otak nya untuk Bangsa ini. Si Jamal tidak pintar, namun si jamal adalah sosok pria sedikit berisi dengan gaya rambut di belah dua layak nya tahun 90an. Yaaaah mungkin seperti itulah seorang pemikir. Ya, ia baru saja mendengarkan penuturan dari seorang teman nya bernama Ki dalam sebuah forum organisasi. Ki menuturkan bahwa "saat ini adalah saat dimana kita bersatu tanpa harus membela siapa dengan siapa, dan siapa menjagokan siapa" yah mungkin kalian akan faham apa yang di khususkan dalam kata menjagokan atau membela dalam hal genting seperti sekarang. Yah di mana banyak insan yang sedang mengadu kepada para Agung karna rumah mereka tak dapat di lap oleh kain pel atau kain kain apapun. Yah mereka juga mengeluh mobil nya tak bisa di tunggangi, licin katanya banyak air. Mereka gatal. Iyah mungkin itulah pikiran jamal dan ki sahabat nya. 

Cerita ini hanya cerita fiktif semata. Tidak ada unsur apapun dalam cerita ini. Mohon maaf bila ada kesalah atau apapun dalam penulisan ini. 

Wassalam

No comments:

Post a Comment