Tuesday, January 14, 2020

Puisi

Salah

Apa yang di sebut sebuah kawanan?
Apakah setiap jengkal bersama angin?
Apakah setiap langkah terus bersama?
Apakah semua didunia ini mudah melupakan?
Aku terjebak
Tempat ini adalah tempat pembawa senyum.
Aku bahagia.
Tetapi sebuah belenggu yang terlanjur mengikat,
Membuat patah, tanpa aku sadari.
Penuh. Penuh. Semua penuh
Sebuah pondasi sudah ku bangun!
Sebuah bangunan sudah kurancang!
Aku tak ingin mendekat
Aku tak ingin berkawan
Tawa itu membuat bangunanku runtuh
Membuat rancangan terhapus air mata.
Aku sudah dilupakan.
Aku dibenci
Tak ada yang tau
Tak ada yang mengerti
Hujan ini
Hujan di kelopak mata ini.


Monday, January 13, 2020

Cerita Si Jamal



"Iya sebagai yang muda kita harus merubah negara" kata jamal setuju dengan apa yang di utarakan oleh Ki. 
        Ya. Dia adalah Jamal, pemuda 21 tahun lulusan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pemuda dengan seribu tekad di hati dan otak nya untuk Bangsa ini. Si Jamal tidak pintar, namun si jamal adalah sosok pria sedikit berisi dengan gaya rambut di belah dua layak nya tahun 90an. Yaaaah mungkin seperti itulah seorang pemikir. Ya, ia baru saja mendengarkan penuturan dari seorang teman nya bernama Ki dalam sebuah forum organisasi. Ki menuturkan bahwa "saat ini adalah saat dimana kita bersatu tanpa harus membela siapa dengan siapa, dan siapa menjagokan siapa" yah mungkin kalian akan faham apa yang di khususkan dalam kata menjagokan atau membela dalam hal genting seperti sekarang. Yah di mana banyak insan yang sedang mengadu kepada para Agung karna rumah mereka tak dapat di lap oleh kain pel atau kain kain apapun. Yah mereka juga mengeluh mobil nya tak bisa di tunggangi, licin katanya banyak air. Mereka gatal. Iyah mungkin itulah pikiran jamal dan ki sahabat nya. 

Cerita ini hanya cerita fiktif semata. Tidak ada unsur apapun dalam cerita ini. Mohon maaf bila ada kesalah atau apapun dalam penulisan ini. 

Wassalam

Bercerita

Assalamual'aikum hallo teman-teman. Ini adalah postingan aku setelah satu tahun lalu. Aku baru saja mendapat semangat baru untuk menulis. Aku hanya ingin bercerita melalui tulisan, iya tulisan yang membuat ku belajar apa arti sebuah ketulusan. Hmmm ketulusan untuk menulis, rasa sepi yang kurasa mungkin adalah salah satu penyebab aku ingin melakukan ini. Bukan rasa sepi aku tak punya teman untuk bercerita tentunya, aku memiliki banyak sekali orang-orang yang bisa menampung semua cerita ku, hanya saja aku enggan bercerita kepada mereka, bukan karna aku tak percaya juga, hehehe aku hanya berfikir saja, setiap orang punya masalah nya masing-masing dan aku pun demikian. Maka dari itu aku tak ingin mencampurkan cerita ku dengan problem yang mereka punya tentu nya.